Jumlah Kasus Kebakaran di Boyolali Meningkat

Kepala Satpol PP Boyolali, Sunarno (ist/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Satpol PP Boyolali mencatat ada 75 peristiwa kebakaran yang terjadi di wilayahnya. Puluhan peristiwa kebakaran itu menimbulkan kerugian hingga ratusan juta rupiah. Selain itu, per Agustus ada 127 kasus non kebakaran yang telah ditangani. Diantaranya, evakuasi hewan liar, pelepasan cincin yang menyangkut, dan evakuasi orang.
Berdasarkan data Satpol PP Boyolali, kegiatan evakuasi hewan liar yang telah dilakukan sebanyak 96 kejadian, penyelamatan ada 21 kejadian, evakuasi cincin ada enam kejadian dan evakuasi orang ada empat kegiatan. evakuasi sarang tawon, ada 51 kejadian. Lalu ada juga evakuasi ular ada 31 kejadian.
Disisi lain, damkar satpol pp juga mengevakuasi kucing dengan delapan kejadian. Lalu ada juga berang-berang liar, burung hantu dan biawak masing-masing ada 1 kejadian evakuasi. Pihaknya juga membantu dakam evakuasi pohon tumbang dengan tiga kejadian.
“Jadi kegiatan penyelamatan dan evakuasi non kebakaran selama kurun Januari –Agustus ada 127 kasus,” kata Kepala Satpol PP Boyolali, Sunarno. Selasa 12 September 2023.
Sedangkan kasus kebakaran 75 itu terjadi pada Januari ada 8 kasus dan Februari 1 kejadian, Maret 3 kasus, April 5 kasus, Mei 3 kasus, Juni 8 kasus. Kemudian naik signifikan pada Juli dengan 29 kasus dan Agustus 18 kasus.
“Nah, awal September ini sudah ada 20 kasus kebakaran. Jadi angka ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya. Kemudian sebagian besar kejadian kebakaran adalah kasus kebakaran bangunan rumah,” imbuhnya.
Sunarno juga mengimbau agar warga waspada terhadap api, baik di pemukiman maupun di lahan terlebih saat ini masih terkait kemarau. Tidak membersihkan pekarangan atau lahan dengan cara membakar sampahnya.
Selain itu, lanjut Sunarno, antisipasi terhadap bahaya kebakaran menjadi kebutuhan penting di Boyolali. Salah satu hal penting dalam mitigasi kebakaran ialah ketersediaan alat pemadam api ringan (APAR). Ketersediaan alat itu setidaknya hingga level RT, sehingga apabila terjadi kebakaran bisa langsung diatasi.
“Utamanya. dikawasan yang rawan terjadi kebakaran, mengingat angka kebakaran yang terjadi di Boyolali meningkat tiap tahunnya,” ungkapnya. (ist)