Pemkab Boyolali Usulkan Perbaikan Jalan ke Kementrian PUPR, Ini Rinciannya!

ilustrasi perbaikan jalan (doc/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Boyolali mengusulkan perbaikan jalan, dengan total sepanjang 10,6 kilometer (km) pada tahun ini. Di Kabupaten Boyolali, yang memiliki 22 Kecamatan terdapat empat ruas jalan dengan kondisi rusak berat. Sedangkan total ruas jalan di Kota Susu sepanjang 678 kilometer. Data dari DPUPR pada pertengahan tahun ini, kondisi jalan mantap sepanjang 561,765 kilometer atau 82,86 persen. Kondisi jalan tidak mantap sepanjang 116,235 kilometer atau 17,14 persen.
Kepala DPUPR Boyolali, Ahmad Gojali menuturkan, usulan perbaikan jalan ke Kementrian PUPR itu dilakukan sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2023 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah yang telah dikeluarkan oleh Presiden pada Maret 2023.
“Inpres Jalan Daerah bertujuan menangani jalan-jalan nonnasional yang rusak dan meningkatkan kemantapan jalan daerah di seluruh Indonesia melalui bantuan APBN,” katanya, pada  Rabu 13 September 2023.
Ada empat ruas jalan diusulkan diperbaiki tahun ini. Antara lain DPUPR mengusulkan prioritas 1 peningkatan jalan Temon, Kecamatan Simo – Kacangan, Andong. Kondisi jalan rusak sepanjang 5,078 kilometer dengan aspal yang sudah mengelupas. Perkiraan anggaran untuk perbaikan mencapai Rp 17,7 miliar.
“Kami mengajukan empat jalan untuk inpres itu. Karena kondisinya ya masuk kategori tidak mantap dan rusak berat. Kami ajukan juga perkiraan alokasinya, karena perbaikan ruas-ruas jalan itu membutuhkan anggaran besar,”ujarnya.
Kemudian DPUPR telah mengusulkan pemeliharaan Jalan Simo – Kalioso, Sragen dengan panjang sekitar 2,9 km yang masuk dalam prioritas 2. Perbaikan jalan tersebut juga diusulkan didanai oleh APBN dengan dasar Inpres Jalan Daerah Tahun Anggaran 2023. Selain itu, pihaknya juga mengusulkan perbaikan ruas Jalan Randu, Desa Jelok, Kecamatan Cepogo menuju Penggung, Boyolali Kota.
“Perhitungan kami, jalan yang rusak sepanjang 1,4 kilometer. Kami juga ajukan untuk perbaikan lewat inpres dengan perkiraan anggaran Rp 4,9 miliar,” kata Gojali.
Lalu, prioritas 4 peningkatan ruas jalan Bade – Batangan, Kecamatan Klego. Ruas jalan yang rusak sepanjang 1,255 kilometer. Perkiraan anggaran perbaikan mencapai Rp 4,39 miliar. Hanya saja, dalam inpres itu, hanya jalan rusak prioritas 1 yang mendapat bantuan. Sedangkan tiga ruas jalan lainnya belum mendapat bantuan untuk perbaikan.
Gojali menjelaskan, data usulan dan realisasi Inpres percepatan konektivitas daerah hanya prioritas 1 yang dapat, yakni Jalan Temon- Kacangan, Kecamatan Andong. Untuk tiga ruas lainnya itu diusulkan untuk ditangani segera agar dapat meningkatkan akses menuju sentra produksi pertanian dan perkebunan dari pusat kegiatan masyarakat di Boyolali. (**)