FOKUS JATENG-BOYOLALI-Seorang perempuan warga negara Spanyol bernama Jacinto Cornejo Denise Del Carmen nekat mendaki Gunung Merapi, pada Rabu 13 September 2023 siang. Setelah semalam berada di kawasan Pasar Bubrah Gunung Merapi, hingga Kamis 14 September 2023, ia berhasil dievakuasi tim Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM), bersama Polsek Selo, BPBD dan Basarnas. Semantara, pendakian Gunung Merapi masih ditutup sejak 2018 silam.
Kepala Resort Pendakian Selo BTNGM, Siswanto mengatakan, informasi awal, didapat dari agen travel yang dipakai WNA itu. Saat dipastikan ternyata memang ditemukan sepeda motor yang diparkirkan di New Selo, Desa Lencoh Kecamatan Selo. Selain itu, keberadaan WNA itu terekam closed circuit television (CCTV) yang ada di pos 1. Sedangkan jumlah WNA yang naik, hanya satu orang dengan jenis kelamin perempuan.
“Iya, WNA dari Spanyol. Tim pendahulu ada 4 orang naik untuk evakuasi. Mereka (Evakuator) sudah mumpuni fisik dan pengalaman untuk naik ke atas. Mereka naik pukul 10.15. Kalau lokasinya, diperkirakan masih disekitar Pasar Bubrah itu,”kata Siswanto, Kamis.
Proses evakuasi berlangsung dari pukul 10.15. Tim berhasil turun sekira pukul 12.03. WNA itu langsung dinaikan ke ambulans dan dirujuk ke Puskesmas Selo. Evakuator dari Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) sebanyak empat orang. WNA itu ditemukan di atas Pos 1. WNA itu dalam kondisi baik dan tidak mengalami luka apapun.
Proses evakuasi berlangsung dari pukul 10.15. Tim berhasil turun sekira pukul 12.03. WNA itu langsung dinaikan ke ambulans dan dirujuk ke Puskesmas Selo. Evakuator dari Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) sebanyak empat orang. WNA itu ditemukan di atas Pos 1.
“Saya baik, beruntungnya tidak terjadi apa-apa. Tapi yah, saya harus mendaki selama 12 jam sampai pagi ini. Dan beruntungnya tidak terjadi apa-apa. Ya Tuhan, terimakasih Tuhan. Dan terimakasih atas pertolongannya,” kata Jacinto Cornejo Denise Del Carmen setelah turun pasca evakuasi.
WNA itu mengaku nekat melakukan pendakian pukul 10.00 pada Rabu, selama 12 jam. Saat malam hari, ia mengaku sempat panik tak bisa menemukan jalan kembali. Ia hanya mengandalkan jaket pengaman untuk melindungi tubuhnya selama semalaman untuk melawan dinginnya Merapi.
“Karena saat itu sangat dingin. Dan ketakutan saya, kalau saya mengalami hipotermia, saya kehausan dan saya tidak bisa berjalan lagi,” ungkapnya.
Kendati demikian, Jacinto Cornejo Denise Del Carmen merasa bersyukur, tim relawan mengevakuasinya pada Kamis pagi. Saat ditanya soal kondisinya, ia mengaku baik dan sehat.
“I’m okay, i’m okay (-Saya baik-), i think the worst part at night (-Saya merasa pengalaman yang terburuk saat malam hari-). Ketika saya tidak bisa melihat apapun, dan semua batu-batu di bawah (Pijakan) longsor, sehingga semua yang saya sentuh woooos (Runtuh-) semua merosot ke bawah,” ungkapnya sebelum masuk ke mobil ambulans. (**)
Terobos Larangan, Seorang WNA Nekat Mendaki Gunung Merapi

Jacinto Cornejo Denise Del Carmen, WNA asal Spanyol merasa beruntung, tim relawan mengevakuasinya pada Kamis pagi (doc/Fokusjateng.com)