Mantan Napiter Datangi Koramil Banyudono, Ada Apa?

Suasana penuh kekeluargaan pun terjalin, terlebih saat ketiga mantan napiter itu menyampaikan bahwa mereka sudah taubat tidak akan mengulangi perbuatan sebelumnya yang tergabung dalam jaringan teroris. (doc/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Tiga mantan narapidana teroris (napiter) asal Boyolali mendadak mendatangi Markas Komando Rayon Militer 08/ Banyudono pada Kamis. 5 Oktober 2023.
Kedatangan tiga mantan napiter yang berinisial D,M dan B tersebut langsung mendapat sambutan baik dari anak buah Dandim 0724 Boyolali, Letkol Inf Wiweko Wulang Widodo di Makoramil setempat.
Suasana penuh kekeluargaan pun terjalin, terlebih saat ketiga mantan napiter itu menyampaikan bahwa mereka sudah taubat tidak akan mengulangi perbuatan sebelumnya yang tergabung dalam jaringan teroris.
Penyesalan para mantan napiter itu dibarengi dengan pengucapan kembali ikrar tanah air dan menghormati terhadap kebijakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Selain itu, salah satu mantan napiter di hadapan Danramil Banyudono, Kapten Inf Budiyanto beserta personilnya, bahkan mengucapkan dirgahayu TNI ke-78
“Bismillahirrahmanirrahim saya, kami ingin mengucapkan hari ulang tahun TNI yang ke-78 semoga TNI tetap kuat kokoh menjaga Negara, makin di cintai masyarakat sekian terima kasih,” ujarnya.
Sementara Danramil Banyudono Kapten Inf Budiyanto juga berharap agar para mantan napiter benar-benar menjadi warga negara Indonesia yang baik dan cinta terhadap NKRI serta peduli terhadap Keluarganya.
“Para mantan napiter yang sudah mengucapkan ikrar setia kepada NKRI ini bisa menjadi agen pemerintah yang berkontribusi aktif dalam memberikan pencerahan kepada orang-orang di sekitarnya terhadap paham radikalisme.”
Dijelaskan, pembinaan kepada mantan napiter harus terus dilakukan oleh pihak terkait khususnya, sampai akhirnya yang bersangkutan benar-benar diterima di tengah-tengah masyarakat.
“Salah satu tugas pokok kami adalah menjaga kondusifitas wilayah. Untuk itu kita rangkul semua elemen masyarakat termasuk mantan napiter, sambil memberikan pesan-pesan kamtibmas.” (**)