Warga Pertanyakan Dana Perawatan Jalan Karangpandan – Ngargoyoso Lantaran Banyak Yang Rusak

 

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR  – Kondisi ruas jalan penghubung di sepanjang jalur wisata Karangpandan – Ngargoyoso mengalami kerusakan yang sangat parah.

Lapisan aspal tidak hanya mengelupas, tetapi banyak pula jalan berlubang bahkan membentuk kubangan yang cukup lebar dan dalam.

Dari sejumlah lokasi kerusakan jalan di wilayah Ngargoyoso, kondisi jalan di Desa Puntukrejo dan Desa Girimulyo, dari Sambang Dalan ke arah Tagung atau sekitaran Balai Desa Berjo adalah yang terparah.

Suharno (35), warga Berjo, Ngargoyoso, mengatakan kerusakan jalan tersebut sudah terjadi sekira satu tahun lamanya. Dia khawatir, jika kerusakan jalan ini terus menerus dibiarkan, maka akan membahayakan serta rawan menimbulkan kecelakaan. Menurutnya, warga bahkan sudah berencana, jika jalan-jalan rusak tersebut tidak segera diperbaiki, maka akan ditanami pohon pisang

“Saat ini saja, lalu lalang kendaraan maupun armada wisata yang akan menuju ke sejumlah lokasi wisata di Ngargoyoso maupun arah sebaliknya, cukup terganggu perjalanannya. Bahkan seringkali timbul antrian panjang dan kemacetan karena harus menghindari jalan yang rusak,” jelas Suharno kepada wartawan, Minggu (8/10/2023).

Suharno menambahkan, Ngargoyoso merupakan kawasan wisata yang berkembang pesat dan telah memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Karanganyar dengan total tak kurang dari Rp 300 miliar setiap tahun.

“Setidaknya, 5.000 orang setiap pekan atau hampir 20.000 wisatawan setiap bulannya berkunjung ke sejumlah obyek wisata yang ada di Ngargoyoso, di antaranya Candi Cetho, Candi Sukuh, Tahura, Jembatan Kaca, Kali Pucung, Telaga Madirda dan Air Terjun Jumog,” jelasnya.

Warga lainnya, Andi (45), asal Desa Girimulyo, mengatakan seharusnya Pemkab Karanganyar dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) bisa melakukan perawatan jalan di sepanjang jalur Karangpandan – Ngargoyoso agar layak dilewati armada pembawa wisatawan.

“Kami sebagai warga berhak menuntut tanggungjawab dari Pemkab Karanganyar, dalam hal ini DPUPR dan Jasa Marga untuk segera melakukan perbaikan atas kerusakan jalan di sepanjang jalur wisata Karangpandan – Ngargoyoso. Jika memang perbaikan itu belum bisa dilakukan secara keseluruhan, setidaknya kan untuk sementara bisa dilakukan maintenance atau perawatan dengan menambal baguan-bagian jalan yang rusak, agar tidak membahayakan,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Kepala DPUPR Karanganyar, Asihno Purwadi, mengatakan kerusakan jalan di jalur wisata Karangpandan-Ngargoyoso sudah menjadi perhatian DPUPR Karanganyar.

Asihno mengaku, saat ini pihaknya masih berupaya memperjuangkan perbaikan jalan rusak di jalur tersebut melalui anggaran Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Jateng untuk Tahun 2024.

“Saat  ini masih dalam proses. Kami harap masyarakat bisa bersabar, karena proses pengajuan Bankeu masih berlangsung. Untuk perawatan jalan di jalur tersebut, pada APBD Perubahan 2023 sangat kecil sehingga tidak cukup untuk mengcover semuanya. Kalau anggaran perawatan jalan tidak banyak, hanya ratusan juta. Maka kami mencari lewat Bankeu Provinsi yang nilainya lumayan besar,” papar Asihno Purwadi.( kc/bre)