FOKUSJATENG-WONOGIRI -Bupati Wonogiri Joko Sutopo mengimbau kepada para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk memperhatikan hal-hal yang dilihat sepele, salah satunya adalah kemasan pada produk makanan.
“Saya sering menemukan pada kemasan tempe kripik. Mungkin biar tidak mlempem, distreples banyak sekali. Setelah diseteples diberi isolasi sampai tebal. Memang kerenyahannya lebih awet namun saat akan membuka sulitnya minta ampun, sampai tempenya remuk,” kata Bupati acara sarasehan pelaku usaha industri dan penyerahan sertifikat halal, SNI DAN TKDN di pendopo rumah dinas Bupati, Kamis 7 Desember 2023.
Bupati menyarankan, sekarang sudah banyak model kemasan yang lebih praktis dan tidak sulit saat dibuka, sehingga para pembeli lebih merasa nyaman. “Seperti plastik klip atau sejenisnya. Itu kan lebih praktis dan mudah saat dibuka. Setelah ambil bisa ditutup lagi,” sarannya.
Apa yang disampaikan Bupati tersebut merupakan jawaban permintaan Sularno pelaku usaha dari Slogohimo. Sularno berkeinginan produknya bisa masuk ke mall-mall atau supermarket.
Bupati juga menjelaskan, pihaknya telah memperjuangkan soal itu, dan pihak mall maupun toko moideren di Wonogiri sudah menyiapkan display sebanyak 30 persen. Namun lenyataannya UMKM lokal tidak bisa memenuhi itu, Sebab produk harus memiliki standar kualitas. Juga kelengkapan adminisdtrasi yang memadai seperti IRT, SNI dan lainnya.
“Seperti contohnya para produsen gula merah di Kecamatan Paranggupito. Kami (Bupati) sudah menandatangani kerja sama dengan perusahaan gula semut di Jogja. Namun saat dimintai kirim dengan jumlah tertentu, para produsen tidak bisa memenuhi permintaan tersebut. Kan saya jadi malu,” kata Bupati.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas KUKM Dan PERINDAG Kabupaten Wonogiri Wahyu Widayati, menjelaskan, sektor industri memberikan sumbangan kontribusi yang cukup besar pada struktur perkokomian di Kabupaten Wonogiri. Kontribusi sektor industri pada PDRB Kabupaten Wonogiri tahun 2022 mencapai 18,08 persen, nomor dua setelah pertanian, kehutanan dan perikanan.
Namun demikian upaya untuk mempercepat pembangunan industri dan meningkatkan daya saing IKM masih menemui beberapa hambatan dan kendala. Oleh karena itu Dinas dan KUKM dan Perindag Kabupaten Wonogiri didukung dengan pendanaan dari dana alokasi khusus (DAK) non fisik peningkatan kapasitas kelembagaan sentra ikm (SIKM) tahun 2023 telah melaksanakan beberapa kegiatan untuk meningkatkan daya saing Industri Kecil Menengah (IKM). pada tahun 2023 Kabupaten Wonogiri mendapatkan alokasi dak fisik bidang industri sebesar Rp 831.019.000,- dan dak non fisik PK2SIKM sebesar Rp 2.000.000.000,- untuk membiayai beberapa kegiatan, diantaranya adalah untuk sertifikasi produk IKM. sertifikasi tersebut terdiri dari sertifikasi halal, sertifikasi standar nasional indonesia (SNI) dan sertifikasi tingkat kandungan dalam negeri (TKDN). adapun jumlah sertifikat yang telah diselesaikan adalah sebagai berikut : sertifikat halal : 450 IKM, sertifikat SNI : 4 IKM dan sertikat TKDN : 51 IKM (tls)
Bupati Wonogiri : Kemasan Sulit Dibuka Membuat Produk Kurang Diminati

Bupati Wonogiri Joko Sutopo sedang menyampaikan arahan di hadapan pelaku usaha di pendopo rumah dinas bupati, Kamis (7/12) (tulus/Fokusjateng.com)