Monev BPJS Kesehatan Boyolali Gagas Edukasi aplikasi Mobile JKN

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Boyolali Maya Susanti berharap melalui acara monitoring dan evaluasi menjadikan kinerja para kader JKN bisa semakin meningkat kedepannya (bpjskes/Fokusjateng.com)

Fokus Jateng- BOYOLALI-BPJS Kesehatan Cabang Boyolali menggelar monitoring dan evaluasi (Monev) kader Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk kinerja selama Desember 2023. Acara tersebut langsung dihadiri oleh Kepala BPJS Kesehatan Cabang Boyolali, Maya Susanti. Termasuk para kader JKN dari Klaten dan Boyolali. Harapannya melalui acara monitoring dan evaluasi menjadikan kinerja para kader JKN bisa semakin meningkat kedepannya.
“Para kader JKN kedepannya diharapkan bisa mengedukasi para peserta bahwa untuk mendaftar tidak harus menunggu sakit. Kemudian bagaiaman cara berobat. Soalnya sampai saat ini masih banyak yang belum tahu,” jelas Kepala BPJS Kesehatan Cabang Boyolali Maya Susanti, Selasa 9 Januari 2024.
Dijelaskan, ada sejumlah peserta yang masih bingung dalam memilih Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Mengingat masih banyak yang mengira untuk FKTP yakni rumah sakit. Padahal seharusnya pilihannya puskesmas, klinik maupun dokter keluarga sehingga perlu diberikan pemahaman. Begitu juga saat sakit selain gawat darurat, peserta JKN saat berobat harus melalui FKTP. Maka itu peran kader JKN diminta untuk memberikan pemahaman kepada peserta. Disamping pengingat dan pengumpul iuran serta menerima keluhan dari peserta.
Sebagai informasi total kader JKN yang selama ini menjadi mitra dari BPJS Kesehatan Cabang Boyolali terdapat 27, sekarang di tahun 2024 bertambah menjadi 29 orang. Kader JKN tersebut tersebar di wilayah Kabupaten Klaten dan Kabupaten Boyolali.
Pada acara tersebut juga Maya berkenalan dan memaparkan apa yang menjadi tugas pokok sebagai kader. Tak lupa Maya memberi semangat untuk Kader JKN agar dapat melampaui target yang sudah ditentukan seperti Kader JKN lainnya.
“Jika bergabung menjadi kader JKN itu tidak hanya semata mengingatkan tagihan iuran saja, tetapi kompleks sekali. Banyak hal yang dihadapi oleh para kader di lapangan,” jelas Maya.
Maya berharap lewat kader bisa membantu masyarakat mendaftarkan menjadi peserta JKN. Tentunya setelah didaftarkan wajib diedukasi untuk menggunakan aplikasi Mobile JKN. Diharapkan juga melakukan skrining kesehatan untuk mengetahui informasi kondisi kesehatan. Apabila ada gejala yang mengarah ke suatu penyakit dapat diwaspadai peserta JKN. Tentunya dengan menerapkan pola hidup sehat.
Sementara itu, salah satu kader JKN yang hadir dalam acara monev yakni Cicilia Yuli Hastanti. Perempuan asal Kecamatan Karangdowo, Klaten ini baru saja bergabung menjadi kader JKN. Dirinya siap menjalankan tugasnya dengan terjun langsung ke lapangan.
“Terpenting modalnya semangat saja. Terlebih lagi menjadi lebih mantap sebagai kader JKN setelah mendapatkan penjelasan dari BPJS Kesehatan Cabang Boyolali ini. Apalagi tugasnya membantu masyarakat menyampaikan informasi terkait program JKN,” ujar Cicilia.
Cicilia mengungkapkan komitmennya sebagai kader JKN dengan menjalankan tugas yang diwajibkan kepadanya. Tak hanya mengingatkan dan mengumpulkan iuran JKN saja tetapi juga membantu dalam menyelesaikan kendala yang dihadapi para peserta di lapangan.
“Ini akan menjadi pengalaman pertama sebagai kader JKN. Tentunya nanti akan banyak tanya agar bisa menjalankan tugas dengan baik saat di lapangan,” ujar Cicilia. (ist/**)